Text
Pariwisata TerorismeObyek Wisata Baru di Tengah Maraknya Ledakan Bom di Tanah Air
Menawarkan terorisme sebagai obyek pariwisata sungguh merupakan hal yang tak bisa dimengerti. Mencoba memahami mengapa seseorang tega melakukan peledakan bom yang menewaskan ratusan jiwa manusia, juga sulit dimengerti. Kalau pun pengadilan dan proses investigasi berhasil mengungkap jaringan pelaku aksi teror di tanah air, tetap saja tidak sampai ke pemahaman yang paling spesifik mengapa hal itu bisa terjadi.
Sah saja orang menganalisis dan mencoba menjelaskannya kepada masyarakat, namun hukum yang berlaku tetap tidak memiliki pasal-pasal yang menolerir tindakan biadab aksi teror tersebut. Terorisme dan terorisnya sendiri masih merupakan wacana yang harus dilihat dari banyak sudut. Sementara pariwisata sudah menjadi bagian hidup bangsa Indonesia. Dengan demikian, pariwisata yang menawarkan terorisme sebagai obyek wisata sesungguhnya hanyalah upaya untuk memahami maraknya aksi teror di tanah air dengan tidak habis-habisnya mengerti alasan yang sesungguhnya. Dua kata, wisata dan terorisme, bisa berlawanan, bisa berkaitan.
Ketika saya masih duduk di bangku SMP apa yang diajarkan oleh guru mata pelajaran Kewarganegaraan di sekolah bisa membuat saya bangga dilahirkan dan dibesarkan di bumi Indonesia. Indonesia menjadi sosok negara yang sarat dengan pujian bak mutiara hijau di garis khatulisttwa. Orang Indonesia dikenal dengan keramahannya, sehingga orang manca negara percaya bahwa Tuhan benar-benar ada di Indonesia. Tuhan seolaholah hanya berpihak ke Indonesia, sehingga para wisatawan manca negara merasanyaman berada di Indonesia. Bahkan banyak yang akhirnya menikah dengan orang Indonesia. Begitulah gambaran saya yang masih lugu tentang Indonesia, selugu bangsa kita waktu itu.
Namun ketika saya sudah tidak lugu lagi karena beranjak dewasa, apa yang dulunya lugu-lugu itu ternyata cukup berbahaya. Mereka yang lugu, saleh, pintar itu ternyata mampu mengusir banyak wisatawan manca negara pulang ke negara masing-masing. Sebagian lagi dipulangkan dalam bentlik jenazah akibat dedakan bom. Jika dulu para turis asing menceritakan keindahan panorama wisata Indonesia, menceritakan keramahan bangsa Indonesia, kini pulang dengan membawa souvenir berupa kenangan pahit dan ketakutan. Mereka kapok datang ke Indonesia karena adanya sweeping, banyaknya demo,-dan maraknya aksi teror bom. Apa yang bisa dilakukan oleh mayoritas bangsa Indonesia yang merasa rugi dengan banyaknya ledakan bom hanyalah mengecam para pelaku aksi teror
tersebut. Sayangnya, ada sebagian pelaku yang tidak menyadari bahwa aksinya itu akan disebut aksi teror dan harus mempertanggung jawabkanny dihadapan pengadilan.
| NF00929 | 338.479 1 Sha p | Ruang Koleksi 300-399 (300-an) | Available |
No other version available