Menggambarkan perkembangan puisi Indonesia sejak awal kebangkitannya sampai sekarang. Ditunjukkannya pokok-pokok pemikiran serta perubahan-perubahannya di samping memberikan pandangan-pandangannya sendiri yang tidak selalu sejalan dengan pendapat para kritisi lainnya. Tentang puisi Sutardji Calzoum Bachri yang oleh sebagian kritisi dianggap sebagai puisi mantra, misalnya, Ajip menunjukkan bahwa puisi Sutardji ternyata lebih dekat dengan puisi moderen daripada dengan mantra manapun.