PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG

JL. MENTERI SUPENO NO.1, MUGASSARI, SEMARANG SELATAN, SEMARANG, JAWA TENGAH 50249

  • Home
  • Visitor OnLine
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Text

Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Kirana Kejora - Personal Name;

Pada akhirnya kita harus sendiri." Kalimat yang terpampang di cover itulah yang akhirnya membuat saya memutuskan membeli novel karangan Kirana Kejora ini. Membeli novel setelah sekian tahun lamanya tidak membeli rasanya hal yang asing. Sudah lama saya tidak menghabiskan diri dalam sebuah novel apalagi yang ber-genre drama. Hidup saja terkadang sudah terasa drama buat apa kita bermellow ria? Haha sebuah pemikiran yang menjauhkan saya dari hal mellow atau mengharu biru. Ada yang beda dengan novel ini. Biasanya sudah bosan dengan beberapa paragraf awal namun tidak dengan rangkaian kata dari Kirana Kejora. Single Fighter Berdasarkan kisah nyata tentang perjuangan seorang single parent sekaligus menjadi single fighter, adalah Arjuna atau akrab dipanggil Juna bersama anaknya Mada dari Gajahmada tokoh sental dalam kisah ini. Membuktikan bahwa pria pun bisa menjadi mahluk serba bisa apabila dihadapkan pada keadaan dimana ia harus mampu menjalankan berbagai peran dengan baik. Dan Juna dalam kisah ini pun menjalani hari dan harinya dengan tabah dan tegar. Juna berjuang mendidik dan membesarkan Mada seorang diri sedari bayi. Beragam kisah lucu, mengharukan, penuh dengan emosi dan intrik keseharian namun dibalut dengan kalimat sederhana. Itulah yang membuat saya terpikat dari halaman demi halaman. Bahasa yang digunakan selain sederhana, ringan dan renyah. Begitu tangguh penulis mengambarkan sosok Juna sebagai single dad bagi Mada. Walau ada kesan hidup Juna terlalu sempurna dari segi karier dan materi. Terlalu berlebihan dan terlalu 'wah' namun itulah kelebihan fiksi kita bisa menggambarkan apapun terserah penulis :) Memilih Hidup Sendiri Juna yang hidupnya terlalu sempurna bagi pria manapun tetap memilih hidup sendiri dan mencurahkan seluruh kasih sayangnya untuk Mada, buah hatinya. Lika-liku tentang Mada yang meminta Ibu baru pun digambarkan secara apik. Juna digambarkan sebagai pria yang konsekuen akan pilihan hidupnya. Melepaskan kehidupan dari keraton Solo yang penuh dengan aturan dan tata krama, dan memilih mencintai wanita keturunan Jepang dengan segala resikonya. Cerita tentang bagaimana ia berpisah dengan Ibu Mada pun terasa lebih seru jika dibaca sendiri di novel ini. Lebih baik jika saya tidak membuka semua ceritanya bukan? ;) Menghargai Waktu Belajar banyak dari novel tentang perjuangan orang tua tunggal ini. Bagaimana mengatur dan mengharmonisasi waktu antara pekerjaan sekaligus mendidik dan membesarkan anak seorang diri. Bagaimana bisa sukses berkarir namun tidak mengabaikan dan membagi perhatian menyeluruh kepada sang buah hati. Walau tidak ada kesempurnaan di dunia nyata yang nyaris sama dengan dunia fiksi, akan tetapi bukan tidak mungkin kita bisa mengkolaborasikan segala peranan dengan baik dan semaksimal mungkin. Novel ini pun memberi pesan moral akan berharganya waktu.


Availability
NF01331808.83 KIR aRuang Koleksi 800-899 (800-an)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
808.83 KIR a
Publisher
Jakarta : Zettu., 2015
Collation
372 hlm, 14 x 21 cm
Language
Hatta
ISBN/ISSN
978-602-1298-63-3
Classification
808.83 KIR a
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Cetakan 1
Subject(s)
Ayah Menyayangi Tanpa Akhir
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Kirana Kejora
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG
  • Visitor Online
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

SEJARAH PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG

SMP Negeri 10 Semarang didirikan pada tahun 1979. Berawal dengan status Sekolah Teknik Negeri (STN) yang berlokasi di Jl. Ki Mangunkaso No. 1 Semarang. Lalu pada tahun 1984, SMP Negeri 10 Semarang berpindah ke Jl. Menteri Supeno No. 1 hingga saat ini. Selain berpindah lokasi, SMP Negeri 10 Semarang juga mengalami pergantian status yang semula STN menjadi SLTP ( Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ). Dan terus mengalami perubahan hingga saat ini menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Semarang.
Perpustakaan sekolah, merupakan satu kesatuan. Dimana tujuan utama peprustakaan sekolah adalah mendukung sistem pendidikan yang ada dan sebagai penyalur media pembelajaran. Adapun sejarah berdirinya perpustakaan ini selalu beriringan dengan berkembangnya SMP Negeri 10 Semarang.
Perpustakaan SMP Negeri 10 Semarang, juga terus melakukan perbaikan yang ada. Mengalami beberapa kali pergantian kepala hingga pustakawannya dengan tujuan ada progres perkembangan. 

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

View My Stats

© 2026 — Senayan Developer Community SMP NEGERI 10 SEMARANG

Powered by Librarian SMPN 10 Semarang
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search