PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG

JL. MENTERI SUPENO NO.1, MUGASSARI, SEMARANG SELATAN, SEMARANG, JAWA TENGAH 50249

  • Home
  • Visitor OnLine
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Samudera Al-Qur'an

Text

Samudera Al-Qur'an

Farid Esack - Personal Name; Nuril Hidayah - Personal Name;

Al-Qur’anpada prinsipnya merupakan sebuah objek kajian dikalangan pemikir atau peneliti, bahkan orientasinya bukan hanya dikalangan sarjana muslim melainkan dari dunia luar islam pun ada yang mengkajinya, mengapa? Karena memang Al-Qur’an sendiri menyimpan beberapa pesan rahasia dan mengandung makna yang penuh dengan estetika bahkan ada yang memberi metafora bahwa Al-Qur’an itu ibarat pengantin wanita, yang memiliki keindahan ketika tersingkap oleh seorang pengantin pria. Begitulah Al-Qur’an dengan seluk beluknya yang penuh kemuliaan, salah satunya juga karena al-Quran merupakan Kalam Ilahi (kalam suci).

Di dalam buku Samudera Al-Qur’an, Farid Esack membagi beberapa tingkatan para pembaca, pengagum maupun pengkaji Al-Qur’an terkait bagaimana Al-Qur’an diposisikan, atau bagaimana seorang berinteraksi dengan Al-Qur’an; Yang pertama adalah tingkatan yang sudah lumrah kita temukan atau bisa jadi kita juga termasuk yakni muslim yang awam, pada perlakuannya terhadap Al-Qur’an mereka hanya mencintai atau mengagumi Al-Qur’an tetapi tidak memiliki sikap mengkritisi apa isinya dan sebagainya.

Dalam buku ini kalangan yang pertama ini, diibaratkan sebagai pecinta buta yakni seorang lelaki yang mencintai wanita tapi tidak melihat isi hati wanita tersebut, yang kedua adalah tingkatan pecinta yang terpelajar yakni ingin mengungkapkan kepada orang lain bahwa Al-Qur’an adalah kalam ilahi yang mulia, yang ketiga adalah Pecinta yang kritis disamping ia mengagumi Al-Qur’an disatu sisi tingkatan ini tentu akan menanyakan mengenai Al-Qur’an itu sendiri bagaimana isinya, hakikat asal usulnya dan bahasanya. Hal inilah yang bisa kita lihat dikalangan ulama-ulama pemikir kontemporer yang mencoba memberikan nuansa baru dalam pengkajian Al-Qur’an, semisal Nashr Hamd Abu Zaid, Fazlur Rahman dan lain sebagainya.

Berinteraksi dengan Al-Qur’an tentu tidak selamanya menimbulkan keyakinan bagi para pembacanya atau pengagumnya bahwa Al-Qur’an sejatinya hanya objek otoritas yang harus di Imani, hal inilah yang ditunjukkan bagi para pengamat dari luar (out sider) yang terkesan nyaris (baca:mirip) dengan tingkatan orang yang mengkritisinya (tingkatan sebelumnya). Dalam hal Farid Esack membagi kepada tiga jenis, yang pertama, pengamat yang meyakini bahwa Al-Qur’an memiliki sebuah kemukjizatan (pecinta) di satu sisi mereka tidak meragukannya.

Kemudian yang kedua adalah tingkatan yang diibaratkan sebagai pengelana, kategori ini tidak merasakan tanggung jawab dan mengklaim hanya mencari fakta-fakta yang ada pada Al-Qur’an saja, tetapi sayang sekali tidak ada peneliti yang benar-benar murni objektif dalam mengkaji Al-Qur’an. Kategori yang terakhir, adalah pengamat yang mengkaji Al-Qur’an lebih ditujukan untuk mengungkap sisi-sisi kelemahan Al-Qur’an atau dikenal dengan Pecinta Polemik, pada tingkatan ini, mereka mengklaim bahwa Al-Qur’an perlu dipertanyakan keontetikannya, inilah yang dimaksud dengan polemik, yaitu karena mereka sendidir tidak henti-hentinya menyebar dan menambah masalah baru bagi keilmuan dan kemurnian Al-Qur’an yang tidak sesuai dengan keyakinan orang muslim umumnya.


Availability
NF013602x1.1 ESA sRuang Koleksi 200-299 (200-an)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
2x1.1 ESA s
Publisher
Yogyakarta : Diva Press., 2007
Collation
360 hlm.; 20 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
979-963-375-3
Classification
2x1.1 ESA s
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Cetakan 1
Subject(s)
Samudera Alqur'an
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Farid Esack
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG
  • Visitor Online
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

SEJARAH PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG

SMP Negeri 10 Semarang didirikan pada tahun 1979. Berawal dengan status Sekolah Teknik Negeri (STN) yang berlokasi di Jl. Ki Mangunkaso No. 1 Semarang. Lalu pada tahun 1984, SMP Negeri 10 Semarang berpindah ke Jl. Menteri Supeno No. 1 hingga saat ini. Selain berpindah lokasi, SMP Negeri 10 Semarang juga mengalami pergantian status yang semula STN menjadi SLTP ( Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ). Dan terus mengalami perubahan hingga saat ini menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Semarang.
Perpustakaan sekolah, merupakan satu kesatuan. Dimana tujuan utama peprustakaan sekolah adalah mendukung sistem pendidikan yang ada dan sebagai penyalur media pembelajaran. Adapun sejarah berdirinya perpustakaan ini selalu beriringan dengan berkembangnya SMP Negeri 10 Semarang.
Perpustakaan SMP Negeri 10 Semarang, juga terus melakukan perbaikan yang ada. Mengalami beberapa kali pergantian kepala hingga pustakawannya dengan tujuan ada progres perkembangan. 

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

View My Stats

© 2026 — Senayan Developer Community SMP NEGERI 10 SEMARANG

Powered by Librarian SMPN 10 Semarang
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search