PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG

JL. MENTERI SUPENO NO.1, MUGASSARI, SEMARANG SELATAN, SEMARANG, JAWA TENGAH 50249

  • Home
  • Visitor OnLine
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Bidadari Bidadari Surga

Text

Bidadari Bidadari Surga

Tere Liye - Personal Name;

Diceritakan tokoh Laisa adalah anak sulung yang tangguh dan tegar. Ia hidup bersama seorang Ibu dan 4 orang adiknya. Ayahnya tewas secara mengenaskan. Ia dicabik-cabik oleh binatang buas. Sebelum meninggal, ia telah berpesan kepada Laisa untuk menjaga adik-adiknya hingga ia pulang mencari kumbang digunung.
Sejak saat itu Laisa menyadari bahwa ia harus melindungi Ibu dan adik-adiknya. Saat Laisa duduk di bangku kelas empat SD, adiknya Dalimunte akan memasuki Sekolah Dasar dan dengan lapang dada karena keterbatasan penghasilan orang tua, Laisa rela tidak sekolah demi adiknya.
Ia beranggapan bahwa seorang perempuan tak sekolah pun tak apa. Itu keinginannya sendiri. Dalimunte adalah anak kedua, seorang anak yang rajin dan baik. Ia juga anak yang cerdas. Ia sering membuat mainan sendiri dan terkadang membuat mainan untuk adik-adiknya.
Hingga suatu saat ia berpikiran untuk membuat kincir angin untuk desanya. Awalnya masyarakat meragukan kincir angin karangan Dali yang masih kecil itu. Akan tetapi Laisa meyakinkan warga dan akhirnya dibuatlah kincir angin itu secara gotong royong dan jadilah kincir angin sebagaimana mestinya dan sebagaimana fungsinya.
Adik Laisa yang lainnya adalah Wibisana dan Ikanuri. Mereka tak serajin kakak-kakaknya. Mereka sering kena marah Laisa, kakakya. Itu karena mereka sering melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Akan tetapi mereka masih menyadari jerih payah kakak dan ibunya.
Berbeda dengan Yashinta, si anak bungsu. Dia anak yang cerdas dan rajin.
Tiba saatnya Yashinta masuk Sekolah Dasar akan tetapi keinginan itu sempat diurungkan sebab gagalnya percobaan kebun strawberry Laisa. Namun dengan bijaksana, Dali merelakan kesempatan sekolahnya untuk Yashinta. Ia lebih memilih membantu Ibu dan Kakaknya di kebun.
Dengan usaha dan do’a, kebun strawberry yang mereka garap berhasil menghasilkan buah yang berkualitas dan siap dikirim dengan harga yang mahal. Kesuksesan tersebut membuat Dali bisa bersekolah lagi. Selain itu keadaan ekonomi di lembah tersebut semakin maju.
Seiring berjalannya waktu, adik-adik Laisa berhasil dalam karirnya dan tiba saatnya untuk menikah. Namun mereka enggan untuk mendahului Laisa. Hingga akhirnya Laisa meyakinkan adik-adiknya untuk menikah. Yashinta yang kini telah tumbuh dewasa telah mempunyai tambatan hati. Akan tetapi ia tetap tak mau mendahului kakaknya tersebut.
Sebenarnya Laisa mengidam penyakit kangker hingga suatu ketika telah mencapai stadium empat, ia terkapar tak berdaya di kamarnya. Penyakitnya itu ia rahasiakan dari adik-adiknya, hanya ibunya yang tau. Tetapi disaat itu, Ibunya menghubungi anak-anaknya agar pulang.

Mereka pulang dan tak kuasa melihat kakaknya lemah tak berdaya di tempat tidurnya. Yashinta juga datang bersama kekasihnya. Belum sempat menikah karena tak mau melangkahi kakaknya itu. Disisa hidupnya, Laisa meminta Yashinta menikah dengan kekasihnya di depan dirinya dan setelah selesai ucapan ijab qabulnya, Laisa menghembuskan nafas terakhirnya.

http://topindoone.blogspot.co.id/2013/06/sinopsis-novel-bidadari-bidadari-surga.html


Availability
F00007899.221 LIY b C1Ruang Koleksi 800-899 (800)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
899.221 LIY b
Publisher
Jakarta : Republika., 2008
Collation
viii+363 hlm; 20.5x13.5 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9789791102261
Classification
899.221
Content Type
text
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Fiksi
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Tere Liye
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG
  • Visitor Online
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

SEJARAH PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG

SMP Negeri 10 Semarang didirikan pada tahun 1979. Berawal dengan status Sekolah Teknik Negeri (STN) yang berlokasi di Jl. Ki Mangunkaso No. 1 Semarang. Lalu pada tahun 1984, SMP Negeri 10 Semarang berpindah ke Jl. Menteri Supeno No. 1 hingga saat ini. Selain berpindah lokasi, SMP Negeri 10 Semarang juga mengalami pergantian status yang semula STN menjadi SLTP ( Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ). Dan terus mengalami perubahan hingga saat ini menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Semarang.
Perpustakaan sekolah, merupakan satu kesatuan. Dimana tujuan utama peprustakaan sekolah adalah mendukung sistem pendidikan yang ada dan sebagai penyalur media pembelajaran. Adapun sejarah berdirinya perpustakaan ini selalu beriringan dengan berkembangnya SMP Negeri 10 Semarang.
Perpustakaan SMP Negeri 10 Semarang, juga terus melakukan perbaikan yang ada. Mengalami beberapa kali pergantian kepala hingga pustakawannya dengan tujuan ada progres perkembangan. 

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

View My Stats

© 2026 — Senayan Developer Community SMP NEGERI 10 SEMARANG

Powered by Librarian SMPN 10 Semarang
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search