PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG

JL. MENTERI SUPENO NO.1, MUGASSARI, SEMARANG SELATAN, SEMARANG, JAWA TENGAH 50249

  • Home
  • Visitor OnLine
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Hafalan Shalat Delisa

Text

Hafalan Shalat Delisa

Tere Liye - Personal Name;

Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis kecil berusia enam tahun yang merupakan anak bungsu dalam keluarganya. Nama gadis kecil ini adalah Delisa, dia memiliki tiga saudara yakni Cut Fatimah, Cut Zahra, dan Cut Aisyah. Delisa tinggal di Aceh tepatnya di Lhok Nga, di Lhok Nga Delisa tinggal tanpa seorang Abi, hanya bersama Umi dan ke tiga saudaranya itu. Abi Delisa bekerja pada sebuah kapal sebagai seorang mekanik yang otomatis tidak setiap hari dirumah, berbulan-bulan Abi Delisa biasanya baru pulang ke rumah.

Namun satu minggu sekali pasti Abinya menelfon ke Rumah, untuk mengobati rasa rindu pada keluarga yang ditinggalkan di Lhok Nga. Suatu hari Delisa mendapat tugas dari sekolahnya.

Tugas tersebut adalah menghafal bacaan salat. Delisa semakin rajin menghafal bacaan salatnya ketika Umi menjanjikan akan membelikan kalung bagi Delisa jika Delisa telah lulus tes bacaan salat yang diadakan di sekolahnya.

Delisa setiap hari giat menghafal bacaan-bacaan salatnya. Waktupun terus berlalu Hingga pada tanggal 26 Desember 2004, tibalah Delisa dan kawan-kawan sekelasnya menyetorkan bacaan salat kepada ibu guru. Ketika Delisa mulai membacakan hafalan salatnya didepan ibu guru dan semua orang tua yang ikut mendampingi anak-anaknya, keadaan mulai berubah, riuh, gaduh tak karuan, teriakan dan getaran bumi yang dahsyat mengiringi datangnya air laut yang naik ke dataran dengan begitu ganasnya. Ia bagaikan tangan raksasa yang menghancurkan segala yang ia jumpai. Bencana tersebut adalah gempa hebat yang diikuti dengan tsunami. 15.000 orang diperkirakan meninggal dalam bencana ini, termasuk Ummi dan kakak-kakak Delisa.

Delisa selamat dengan luka yang parah. Dia tersangkut di semak belukar. Siku kanannya patah dan kakinya terjepit ditengah bebatuan. Bocah kecil melihat banyak bangkai dan bau mayat yang menyayat hidung dan perasaannya. Enam hari lamanya Delisa terjebak ditemat tersebut. Delisa ditemukan oleh seorang prajurit yang bernama Smith yang mengantarkan ptajurit tersebut memeluk Islam karena melihat Delisa bercahaya.

Suasana yang tak menentu dan banyak korban jiwa berguguran mengantarkan Abi kepada Delisa setelah penantian lama, akhirnya Delisa dan Abi saling bertemu dengan suasana haru dan menyentuh Delisa bercerita layaknya bocah kecil yang tak tahu apa-apa. Bencana tak menghapus keceriaanya. Termasuk saat kaki kanan Delisa harus diamputasi, semuanya tak menyebabkan Delisa murung. Bersama Abi menata kehidupan yang baru tanpa Ummi dan kakak-kakaknya.

Suatu ketika Delisa melihat pantulan cahaya yang menyilaukan mengganggu penglihatannya. Tak disangka, pantulan itu merupakan pantulan kalung dengan huruf D. Dan pantulan tersebut berada di dalam genggaman tangan Umminya sendiri yang ditemukan telah tiada.

http://www.gurungapak.com/2016/01/sinopsis-novel-hafalan-salat-delisa_95.html


Availability
F00010899.221 LIY h C1Ruang Koleksi 800-899Available
F00069899.221 LIY h C2Ruang Koleksi 800-899 (800-an)Available
F00070899.221 LIY h C3Ruang Koleksi 800-899 (800-an)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
899.221 LIY h
Publisher
Jakarta : Republika., 2008
Collation
vi+266 hlm; 20.5 x 13.5 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9789793210605
Classification
899.221
Content Type
text
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Fiksi
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Tere Liye
Other version/related
TitleEditionLanguage
Hujanid
Negeri di Ujung Tandukid
Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Anginid
Elianaid
Rindu Ibuid
File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG
  • Visitor Online
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

SEJARAH PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG

SMP Negeri 10 Semarang didirikan pada tahun 1979. Berawal dengan status Sekolah Teknik Negeri (STN) yang berlokasi di Jl. Ki Mangunkaso No. 1 Semarang. Lalu pada tahun 1984, SMP Negeri 10 Semarang berpindah ke Jl. Menteri Supeno No. 1 hingga saat ini. Selain berpindah lokasi, SMP Negeri 10 Semarang juga mengalami pergantian status yang semula STN menjadi SLTP ( Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ). Dan terus mengalami perubahan hingga saat ini menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Semarang.
Perpustakaan sekolah, merupakan satu kesatuan. Dimana tujuan utama peprustakaan sekolah adalah mendukung sistem pendidikan yang ada dan sebagai penyalur media pembelajaran. Adapun sejarah berdirinya perpustakaan ini selalu beriringan dengan berkembangnya SMP Negeri 10 Semarang.
Perpustakaan SMP Negeri 10 Semarang, juga terus melakukan perbaikan yang ada. Mengalami beberapa kali pergantian kepala hingga pustakawannya dengan tujuan ada progres perkembangan. 

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

View My Stats

© 2026 — Senayan Developer Community SMP NEGERI 10 SEMARANG

Powered by Librarian SMPN 10 Semarang
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search