Text
Panduan Implementasi Penguatan PENDIDIKAN KARAKTER
Buku tersebut berisikan tentang apa itu pendidikan karakter, mengapa pendidikan karakter harus ada, nilai-nilai pendidikan karakter, bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter, dan pelaksana PPK.
Apa itu karakter? Karakter adalah unsur kepribadian yang ditinjau dari segi etis atau moral yang mengacu pada sikap, perilaku, motivasi, dan keterampilan. Secara koheren, karakter adalah hasil olah pikir, olah hati, olah raga, serta olah rasa dan karsa seseorang. Sedangkan pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan karakter dapat didefiniskan sebagai segala usaha yang dilakukan untuk memperngaruhi karakter. Menurut Lickona, inti karakter adalah tindakan. Karakter berkembang ketika nilai diadaptasi menjadi keyakinan dan digunakan untuk merespons suatu kejadian. Karakter memiliki tiga bagian yang salin berkaitan: konsep moral (moral knowing), sikap moral (moral feeling), dan perilaku moral (moral behavior). Pendidikan karakter dapat membantu mengatasi krisis moral di negara kita. Contohnya berupa kekerasan di kalangan anak remaja, kenakalan terhadap teman, pencurian, menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, pormografi, dan perusakan properti orang lain. Beberapa tokoh pendidik Indonesia modern seperti Soekarno, telah mencoba menerapkan program pendidikan karakter sebagai pembentuk kepribadian dan identitas bangsa guna mewujudkan Indonesia sebagai bangsa yang berkarakter.
PPK merupakan proses pembentukan, transformasi, dan pengembangan potensi peserta didik agar memiliki pikiran yang baik, hati yang baik, dan perilaku yang baik. Penguatan karakter bangsa termasuk salah satu butir nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Kementrian Pendidikan Karakter dan Kebudayaan mencanangkan program Penguatan Pendidikan Karakter secara bertahap mulai tahun 2016. Pendidikan karakter dapat dimanfaatkan sebagai strategi untuk membentuk identitas yang solid pada setiap individu. Tujuan pendidikan karakter adalah membentuk sikap yang dapat membawa individu pada kemajuan, dan sesuai dengan norma yang berlaku.
Pendidikan karakter bagi individu bertujuan untuk:
• meneladani berbagai karakter baik manusia
• menjelaskan berbagai karakter manusia
• menerapkan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari
• memahami jenis perilaku karakter baik.
PPK pentung dilakukan dikarenakan pertimbangan berikut:
• Revolusi digital yang semakin pesat
• Semakin terintegrasinya masyarakat dunia akibat globalisasi
• Dunia semakin sempit
• Dunia yang terubah dengan amat cepat
• Tumbuhnya masyarakat padat pengetahuan masyarakat informasi, dan masyarakat jaringan
• Kebutuhan atas masyarakat kreatif menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai modal yang amat penting bagi individu dan masyarakat.
Nilai-Nilai Utama
1. Religius mencerminkan keimanan terhadap Tuhan yang diwujudkan melalui perilaku melaksanakan ajaran agama yang dianut.
Subnilai Religius:
Cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama lintas agama, dll.
2. Nasionalis merupakan sikap yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan.
Subnilai Nasionalis:
Apresiasi budaya bangsa, rela berkorban, unggul dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin.
3. Mandiri merupakan sikap tidak bergantung pada orang lain
Subnilai kemandirian:
Etos kerja, tangguh, memiliki daya juang, profesional, kreatif, berani, dan menjadi pembelajar sepajang hayat.
4. Gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja sama dan bahu-menbahu.
Subnilai Gotong Royong:
Menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas, empati, kerelawanan.
5. Integritas merupakan perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan diri agar selalu dapat dipercaya.
Subnilai integritas:
Kejujuran, cinta kebenaran, setia, komitmen moral, antikorupsi, adil, tanggung jawab, teladan.
Inti penanaman pendidikan karakter terakomodasi dalam kurikulum Nasional melalui Pemendikbud dan tertuang dalam Kompetensi Inti dan Kompentensi Dasar. Contoh implementasi kompetensi tersebut:
• Ketaatan beribadah
• Berperilaku syukur
• Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan
• Toleransi dalam beribadah
• Jujur
• Disiplin
• Tanggung Jawab
• Santun
• Peduli
• Percaya Diri
NILAI RELIGIUS
Beberapa indikator yang termasuk nilai religius adalah cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama, teguh pendirian, percaya diri.
NILAI NASIONALIS
Beberapa indikator yang termasuk nilai nasionalis adalah apresiasi budaya bangsa, rela berkorban, unggul dan berprestasi, cinta tanah air, menjaga lingkungan, taat hukum, disiplin.
NILAI MANDIRI
Beberapa indikator yang termasuk nilai mandiri adalah etos kerja, tangguh, daya juang, profesional, kreatif, berani, menjadi pembelajar sepanjang hayat.
NILAI GOTONG ROYONG
Beberapa indikator yang termasuk nilai gotong royong adalah menghargai, kerja sama, inklusif, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, solidaritas, empati, kerelawanan.
NILAI INTEGRITAS
Beberapa indikator yang termasuk nilai integritas adalah kejujuran, cinta kebenaran, setia, komitmen moral, anti korupsi, adil, tanggung jawab, teladan.
PELAKSANA PPK
• Oleh kepala sekolah, harus mampu bersifat profesional dan cekatan dalam mengambil keputusan
• Oleh guru, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan guru dalam membentuk karakter siswa sebagai generasi penerus.
• Oleh orang tua, komunikasi yang baik antara orang tua dan sekolah juga merupakan bentuk dukungan terhadap pendidikan anak.
• Oleh masyarakat, masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber, pelaksana, dan pengguna hasil.
• Oleh peserta didik, suksesnya pelaksanaan PPK di sekolah akan mengubah budaya sekolah serta meningkatkan kedisiplinan.
| NF00336 | 371 SRI p C1 | Ruang Koleksi 300-399 (300-an) | Available |
| NF00337 | 371 SRI p C1 | Ruang Koleksi 300-399 (300-an) | Available |
No other version available