PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG

JL. MENTERI SUPENO NO.1, MUGASSARI, SEMARANG SELATAN, SEMARANG, JAWA TENGAH 50249

  • Home
  • Visitor OnLine
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Masyitoh

Text

Masyitoh

Ajip Rosidi - Personal Name;

Masyitoh adalah seorang pelayan kerajaan beranak dua yang mengabdi pada kerajaan Mesir. Ia mempunyai satu tugas khusus, yaitu melayani Putri Taia, anak dari Raja Fir’aon. Suatu ketika dengan tidak sengaja, Masyitoh mengucapkan, “Demi allah, celakalah Fira’on,”. Mendengarnya, tentu saja Putri sangat tersinggung. Ia gusar. Ia pun mencecar Masyitoh dengan berbagai pertanyaan. “Siapa Allah? Kenapa kau tak bertuhan pada Ayahanda Fir’aon? Kenapa kau berani mengucapkan umpatan pada Fir’aon? Apakah Tuhan yang kau sembah itu juga Tuhan para kaum bani israil?” tanya Putri Taia menyudutkan. Tapi Masyitoh tak gentar. Ia tetap geming dan berpegang teguh meskipun putri mengancamnya akan melaporkan hal tersebut pada sang raja.

Tapi keteguhannya bukan berarti tanpa takut sama sekali. Hatinya berbicara lain. ketenangannya terusik. Ia pun menceritakan semua kekalutannya kepada Obed, suaminya yang merupakan kuli dan pekerja bawahan kerajaan. Atas nasehat bapak Simeon−yang seorang ahli agama dari kaum bani israil yang sebelumnya sudah ia minta untuk datang untuk menyembuhkan siteri, anak pertamanya−Ia pun merasakan sedikit ketenangan.

Namun tak lama, beberapa rombongan dari kerajaan yang dipimpin oleh pendeta Ptahor dan Matufer mendatangi rumahnya. Lantaran keteguhan hatinya dan nasihat dari Bapak Simeon, ia masih saja berdiri tegas di atas keyakinannya. Pun sama halnya dengan suaminya. Karenannya, ia dan sekeluarga di bawa menemui raja untuk di sidang. Dalam sidang, mereka dicecar berbagai perataan yang sama. Tapi kali ini lebih menyudutkan. Bukannya takut, ia sama sekali tak menyiutkan nyalinya. Jawabannya tetap saja sama. Ia bertuhan pada Allah, bukan pada Fir’aon yang baginya hanyalah manusia biasa yang sama sepertinya. Begitupun suami dan anak-anaknya. Meskipun satu per satu dari mereka disiksa dan di injak-injak para algojo. Keyakinannya tak luntur sedikit pun. Sampai pada akhirnya, raja memutuskan untuk membwa mereka ke tempat eksekusi untuk dibakar. Dengan maksud agar hal ini menjadi cambuk untuk kaum bani israil yang berani melawannya. Namun ajaib, sebelum terjadi, Itamar−anaknya yang masih bayi−mengucapkan sesuatu tentang kebesaran Allah yang membuat raja sedikit merenung.

Di lain tempat, Merari−salah seorang kaum bani israil yang merasa kesal akan tindakan bodoh Masyitoh−mendatangi Bapak Simeon. Ia berpendapat betapa tololnya Masyitoh yang tak memikirkan kaumnya akan tindakan bodoh itu. Bapak Simeon dan Amran tak tinggal diam. Mereka berkilah bahwa tindakan Masyitoh adalah yang terbaik. Katanya, apalah artinya keberadaan kaum bani israil kalau ia tak bisa memegang teguh keyakinannya. Perdebatan itu tanpa ujung hingga Nadab−kawan Amran yang ikut berdebat dengan pendapatnya sendiri−muncul. Ia tak sepenuhnya setuju dengan pendapat bapak Simeon dan Merari. Menurutnya tindakan Masyitoh itu benar, tapi tindakan kaumnya yang masih saja diam atas kesemena-menaan bangsa Mesir adalah tindakan bodoh. Ia mempertanyakan tentang manusia pilihan. Manusia pilihan yang kata Al-qur’an dan yang sangat ditunggu-tunggu Bapak Simeon datang dan membawa kaumnya bangkit. Sampai kapan mereka menunggu. Ia pun mengkritik tindakan Bapak Simeon yang hanya mampu berdoa sambil menunggu tanpa tindakan. Ia mendobrak kaumnya untuk bersatu agar berani melawan kerajaan mesir. Ia mengajak kaumnya untuk menunjukan jati dirinya. Ia pun berhasil meyakinkan semuanya. Termasuk Bapak Simeon yang akhirnya pun ikut menyetujuinya.


Availability
NF00404819 ROS mRuang Koleksi 800-899 (800-an)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
819 ROS m
Publisher
Jakarta : Puska Jaya., 2007
Collation
144 hlm.;21 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
979-419-337-2
Classification
819 ROS m
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Cetakan khusus
Subject(s)
SASTRA SUNDA
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG
  • Visitor Online
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

SEJARAH PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 10 SEMARANG

SMP Negeri 10 Semarang didirikan pada tahun 1979. Berawal dengan status Sekolah Teknik Negeri (STN) yang berlokasi di Jl. Ki Mangunkaso No. 1 Semarang. Lalu pada tahun 1984, SMP Negeri 10 Semarang berpindah ke Jl. Menteri Supeno No. 1 hingga saat ini. Selain berpindah lokasi, SMP Negeri 10 Semarang juga mengalami pergantian status yang semula STN menjadi SLTP ( Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ). Dan terus mengalami perubahan hingga saat ini menjadi Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Semarang.
Perpustakaan sekolah, merupakan satu kesatuan. Dimana tujuan utama peprustakaan sekolah adalah mendukung sistem pendidikan yang ada dan sebagai penyalur media pembelajaran. Adapun sejarah berdirinya perpustakaan ini selalu beriringan dengan berkembangnya SMP Negeri 10 Semarang.
Perpustakaan SMP Negeri 10 Semarang, juga terus melakukan perbaikan yang ada. Mengalami beberapa kali pergantian kepala hingga pustakawannya dengan tujuan ada progres perkembangan. 

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

View My Stats

© 2026 — Senayan Developer Community SMP NEGERI 10 SEMARANG

Powered by Librarian SMPN 10 Semarang
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search